Minggu, 25 April 2010

Leonardo Sesali 20 Menit Pertama

Akibat kalah 1-3 dari Palermo, AC Milan harus merelakan peluang untuk meraih scudetto musim ini. Leonardo yang kecewa melihat hasil ini menyalahkan penampilan pasukannya di 20 menit pertama.

Minggu (25/4/2010) dinihari WIB, Milan dipaksa kembali ke rumah dengan tangan hampa. Melawat ke Stadion Renzo Barbera, Andrea Pirlo dkk. ditekuk 1-3 oleh Palermo setelah menjalani start pertandingan yang buruk.

Tak kurang dari 20 menit, Palermo berhasil membobol gawang yang dikawal Dida itu sebanyak dua kali. Yang pertama melalui Cesar Bovo di menit sembilan dan Abel Hernandez sembilan menit berikutnya.

Hal inilah yang membuat Leonardo gusar, kendati si pelatih asal Brasil ini menyebut penampilan skuadnya berangsur membaik dan berhasil mencetak gol balasan lewat Clarence Seedorf. Namun Fabricio Miccoli menandaskan kemenangan Palermo setelah mencetak gol ketiga.

"Cara kami menangani pertandingan ini sangat salah. Saya pernah memiliki sebuah tim yang bermain jauh lebih baik di 20 menit awal," keluh Leo seperti dikutip Football-Italia.

"Kami kebobolan dua gol yang sangat mudah dan seharusnya itu bisa dihindari dalam situasi demikian. Palermo berhasil memanfaatkan kesalahan kami dan mempengaruhi seluruh pertandingan."

"Namun, di babak kedua tim kami berhasil memegang kendali permainan. Kami mencetak satu gol dan nyaris menyamakan kedudukan, tapi gol ketiga Palermo menjadi pertanda buruk (buat kami)," pungkas dia.

Akibat kekalahan tersebut, peluang Milan untuk merebut scudeto musim ini boleh dikatakan hampir mustahil. Rossonerri yang masih terpaku dengan nilai 64 terpaut tujuh dan sembilan angka dari AS Roma dan Inter Milan yang ada di urutan dua teratas.

Sabtu, 24 April 2010

'Bintang Milan Tidak Dijual!'

Milan - Bagi klub-klub yang berminat untuk merekrut Klaas Jan Huntelaar, Alexandre Pato, atau Ronaldinho harus siap-siap gigit jari. AC Milan menegaskan tidak akan menjual pemain-pemain bintangnya.

Menjelang ditutupnya musim 2009/10, nama-nama yang bakal menghiasi lalu lintas pemain mulai mengemuka.

Pato dan Huntelaar merupakan beberapa nama yang dikabarkan bakal meninggalkan Milan. "Si Bebek" diincar Chelsea, sementara "Si Pemburu" diminati Manchester United.

Akan tetapi, bisa jadi kecil kemungkinan menyaksikan pemain-pemain tadi berseragam bukan Rossoneri di musim depan.

"Kami tidak akan menjual pemain bintang mana pun! Sudah pasti kami tak akan melepas Pato, Thiago Silva juga. Hal serupa berlaku bagi Ronaldinho, Huntelaar, atau pun Marco Borriello," seru wakil presiden Milan Adriano Galliani seperti dikutip dari ESPN.

"Musim depan bakal lebih sulit dibandingkan musim 2009, di mana kami sudah diselamatkan oleh penjualan Ricardo Kaka yang berharga 66 juta euro," pungkas Galliani.

Apa yang dikatakan wapres Milan itu sekaligus menjawab rumor bahwa Huntelaar akan dilepas ke MU dan Milan mendapatkan Dimitar Berbatov sebagai bagian dari proses tersebut.

Kamis, 22 April 2010

Bidik Huntelaar, MU Siapkan Berbatov?

Milan - Klaas-Jan Huntelaar dikabarkan sedang menuju Manchester United. Sedangkan Dimitar Berbatov kemungkinan akan menjadi bagian dari kesepakatan striker internasional Belanda ini.

Huntelaar memang dikabarkan telah menjadi incaran MU di musim panas ini. Spekulasi itu semakin menguat setelah wakil presiden AC Milan Adriano Galliani tidak menutup kemungkinan pemainnya tersebut pindah ke Inggris.

"Saat Klass berada di Real Madrid, dia memiliki peluang untuk pergi ke Inggris, Jerman atau Italia, dan kemudian dia memilih Milan. Namun Inggris bisa menjadi solusi masa depannya," kata Galliani seperti dilansir Espn.

Rossoneri tampaknya bersedia melepas Huntelaar karena penyerang berusia tidak terlalu bersinar di San Siro. The Hunter masih kalah gemilang dari pemain depan Milan lainnya, Pato dan juga Marco Borriello.

Sementara dari Inggris, MU dikabarkan telah siap melepas Berbatov ke Milan. Namun striker Bulgaria ini juga kemungkinan bisa menjadi bagian dari rencana MU untuk memboyong Hunterlaar ke Old Trafford.

Meski demikian, pihak Milan tidak mau berkomentar banyak mengenai Berbatov. "Saya telah membaca mengenai ketertarikan kami pada Berbatov dan saya tidak punya untuk di tambahkan," tegas Galliani.

Rabu, 21 April 2010

Leo: Masih Banyak Hal Positif yang Bisa Diambil

Genoa - Kans AC Milan untuk meraih scudetto makin berat. Pelatih Leonardo tak kecewa andai gagal juara nantinya. Leo mengatakan bahwa masih banyak hal positif yang bisa dipetik dari musim ini.

Musim ini Milan sempat menjadi salah satu tim yang beradu dalam perebutan scudetto. Namun kini perjuangan untuk merebut perisai juara Seri A semakin berat, usai Rossonerri takluk dari Sampdoria, Minggu (18/4/2010) malam WIB.

"Jelas saya menyesal karena kami kalah akibat kebobolan di menit ke-94. Namun saya tidak memiliki keluhan apa-apa soal penampilan tim," tandas Leonardo seperti dikutip dari Football-Italia.

"Kami sempat memimpin, pemain kami dikartu merah dan lawan dapat hadiah penalti. Dalam kondisi ini, beberapa tim langsung menyerah. Namun kami tidak. Kami terus berjuang," tandas pelatih suksesor Carlo Ancelotti itu.

Leonardo merujuk pada espulso yang diterima Daniele Bonera dan penalti Sampdoria yang sukses dikonversi Antonio Cassano menjadi sebuah gol.

Kekalahan ini membuat tim Merah Hitam terpaku di tangga ketiga klasemen sementara dengan poin 64. Menyisakan empat laga, Andrea Pirlo dkk tertinggal enam angka dari Inter di puncak klasemen sementara.

Kans juara memang masih ada, meski berat. Pelatih Leonardo mengatakan bahwa andai nantinya gagal memenangi Seri A, Milan tak perlu kecewa karena banyak hal positif yang bisa dipetik dari musim ini.

"Ronaldinho yang kembali ke performanya setelah tiga tahun mengalami masa suram, musim pertama yang hebat bagi Massimo Ambrosini sebagai kapten, dan Alessandro Nesta yang tampil sempurna sebelum ia dihantam cedera," papar Leonardo.

"Musim ini, banyak pemain kami yang berada dalam kondisi yang tidak sesuai ekspektasi dan kami juga tidak berharap bahwa kami bisa melakukan pencapaian seperti ini di musim yang berat ini," tutup allenatore berusia 40 tahun itu.

Selasa, 20 April 2010

Pirlo: Scudetto Sudah Lepas

Milan - Pasca kekalahan 1-2 dari Sampdoria, kans AC Milan dalam merebut scudetto bisa dikatakan sudah habis. Target Rossoneri saat ini hanya finis di posisi terbaik -- paling banter jadi runner up Seri A.

Kekalahan di akhir pekan lalu membuat skuad besutan Leonardo itu saat ini tertinggal tujuh dan enam angka dari AS Roma dan Inter Milan yang berada di dua urutan teratas klasemen sementara.

Kendati secara matematis Milan masih memiliki kans untuk menjadi juara, namun agaknya Rossoneri sudah berpikir realistis. Empat pertandingan sisa dan jarak yang sedemikian lebar membuat piala bisa diraih dengan sebuah keajaiban.

"Titel scudetto sudah lepas. Sayangnya tidak ada lagi yang bisa kami lakukan untuk merebut gelar itu," ungkap gelandang Andrea Pirlo di dalam sebuah perayaan di Brescia yang dikutip Football-Italia.

"Ini akan menjadi pertarungan antara Roma dan Inter, sebuah perjuangan ketat hingga akhir musim. Saat ini kami hanya memikirkan bagaimana mengakhiri musim dengan baik," sambung pemain internasional Italia ini.

Ketika ditanya soal masa depan Leonardo, Pirlo enggan berkomentar lebih jauh. "Terlalu dini untuk membicarakan hal itu. Saya juga dengar rumor tentang Leo tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi."

"Pelatih kami akan membuat keputusan dengan klub. Saya harus berpikir soal pertandingan-pertandingan penting yang menunggu Milan," tandas Pirlo.

Senin, 19 April 2010

Leo Tolak Bicara Soal Masa Depannya

Milan - Belakangan ini beredar kabar bahwa Leonardo bakal meninggalkan AC Milan. Menjelang akhir musim kompetisi, sang allenatore masih belum mau bicara masa depannya.

Berita tentang Leonardo bakal mengakhiri kerjasama dengan AC Milan beredar sejak awal bulan ini. Ketika itu wapres Adriano Galliani mengatakan keputusan soal masa depan berada di tangan pelatih asal Brasil tersebut.

Kini musim kompetisi hampir berakhir. Namun Leonardo masih belum mau bicara soal masa sepannya. "Kehidupan saya adalah soal saat ini saja dan tidak bisa bicara banyak soal masa depan. Saya bahagia dengan cara seperti ini," kata suksesor Carlo Ancelotti itu seperti dikutip dari Football-Italia.

"Saya memulai karir sebagai pelatih di AC Milan musim ini dan tidak pernah berpikir untuk terlibat dalam polemik ini."

"Saya pelatih Milan dan saya akan berusaha melakukan tugas saya dengan benar hingga akhir. Itulah yang saya pikirkan. Memang kita semua punya urusan masing-masing, tapi itu tidak untuk dibicarakan saat ini."

Leonardo dikabarkan bakal melanjutkan karirnya sebagai arsitek tim nasional Brasil. Rossoneri bahkan memberi restu andai pelatih berusia 40 tahun itu memang bakal hengkang nantinya. Nama Mauro Tassotti dan Filippo Galli sudah disiapkan oleh manajemen tim Merah Hitam andai Leo memilih hengkang nantinya.

Minggu, 18 April 2010

Milan akan Beri Restu Jika Leo Latih Brasil

Milan - Masa depan Leonardo di AC Milan tengah dispekulasikan. Jika pun nantinya dia memilih meninggalkan Milan untuk melatih timnas Brasil, Rossoneri pasti memberi restu.

Belakangan berhembus rumor bahwa Leonardo akan hijrah dari San Siro pada musim panas depan. Si pria Brasil yang baru tahun ini menjadi pelatih kepala tersebut digadang-gadang akan menangani Brasil untuk menggantikan Dunga yang kontraknya akan habis.

Menanggapi kemungkinan tersebut, Massimo Ambrosini selaku kapten Milan mencoba memahami posisi Leonardo, kendati dia mengaku tak tahu apakah sang pelatih akan benar-benar hijrah.

"Saya percaya bahwa masa depan beliau ada di tangannya sendiri dan dia punya hak untuk mengambil keputusan akhir berdasarkan pengalamannya."

"Sebagai seorang pelatih, saya yakin kesimpulan yang akan dia ambil juga didasarkan kepada apa yang bisa menjadi masa depannya nanti," terangnya di Football Italia.

Situasi masa depan Leonardo saat ini boleh sedang berada dalam tanda tanya. Satu hal yang pasti, Rossoneri akan tetap memberi apresiasi dan restu jika dia akhirnya memilih pergi.

"Terlepas dari semuanya, para pemain dan klub tak bisa tidak berterimakasih untuknya atas apa yang sudah dia lakukan. Dengan kondisi di sini, pada awalnya tidaklah mudah memulai musim ini."

"Kami harus memberinya rasa hormat atas apa yang telah dia kerjakan di sini," tandas Ambrosini.