Milan - Gagal mendapat tempat reguler di tim utama tidak membuat Mathieu Flamini memutuskan "menyerah". Gelandang Prancis itu mengisyaratkan keinginan bertahan di AC Milan musim depan.
Masuk San Siro sejak musim lalu, Flamini harus bekerja keras untuk starter yang konsisten di skuad Rossoneri. Musim lalu ia lumayan mendapatkannya, 22 kali dari 29 penampilan di Seri A.
Di musim ini intensitas bermain Flamini menurun dibanding sebelumnya. Dari 32 partai yang telah dilakoni timnya di kompetisi loka, ia baru terlibat 22 kali, 13 di antaranya sebagai starter.
Keadaan itu mudah munculkan spekulasi bahwa mantan pemain Arsenal itu tidak betah di Milan. Namun hal tersebut disangkal yang bersangkutan.
"Saya ingin bertahan di Milan," ujar Flamini kepada wartawan di sebuah acara amal yang digalang rekan setimnya Clarence Seedorf, seperti dikutip Football Italia, Jumat (9/4/2010).
Isu itu juga dikait-kaitkan dengan masa depan pelatih Leonardo yang belum terjamin aman sampai musim ini berakhir. Apalagi ada rumor ia digadang-gadang sebagai calon pembesut timnas Brasil usai Piala Dunia.
"Saya tidak tahu apakah Leonardo akan di sini musim depan. Saya ini pemain Milan dan tugas saya hanyalah mengerahkan segenap kemampuan saya di lapangan," tukas Flamini.
Milan saat ini masih berpeluang meraih scudetto walaupun tertinggal tiga poin dari pimpinan klasemen sementara, Inter Milan, dengan sisa enam pertandingan.
"Jadwal pertandingan tidak mudah untuk siapapun. Masih ada enam laga dan kami akan berusaha sekuat tenaga," tekadnya.
Minggu, 11 April 2010
Sabtu, 10 April 2010
Ambrosini: Gelar Sudah Tak di Tangan

Milan - Massimo Ambrosini mengakui AC Milan sudah tidak mengontrol lagi perburuan gelar Scudetto. Namun gelandang I Rossoneri ini menegaskan bahwa mereka akan tetap terus mengejar kemenangan.
Milan saat ini berada di posisi ketiga kalsemen Seri A. Skuad besutan Leonardo ini terpaut tiga poin dari pimpinan klasemen Seri A , Inter Milan dan dua poin di belakang AS Roma dari enam pertandingan tersisa.
Pada pertandingan akhir pekan kemarin Milan mengalahkan Cagliari 3-2 . Kini Milan akan menjamu Catania, Minggu (11/4/2010). Namun Ambrosini mengakui bahwa perebutan gelar Scudetto sudah lepas dari tangan.
Meski demikian, pemain berusia 32 tahun ini menyatakan skuadnya akan tetap mencoba meraih kemenangan di sisa laga ini. "Kami akan tetap melakukan apa yang harus kami lakukan," ungkap Ambrosini seperti dilansir Espn.
"Itu adalah kemenangan. Namun kami juga berharap bahwa klub lainnya tidak memenangi semua pertandingan. Selain itu tidak ada lagi yang bisa kami lakukan," tegas Il Capitano Rossoneri ini.
Kamis, 08 April 2010
Milan Ditunggu Enam Final

Hingga pekan ke-32, kans AC Milan untuk meraih perisai scudetto musim ini masih terbuka. Itulah sebabnya enam pertandingan tersisa bakal diperlakukan seperti layaknya final.
Milan kini berada di peringkat tiga klasemen sementara Seri A, tertinggal tiga poin dari Inter Milan yang duduk di capolista.
Dengan menyisakan enam partai lagi, maka peluang Il Diavolo Rosso untuk menjadi juara Seri A masih terbuka. "Seluruh laga tersisa mulai sekarang (akhir pekan nanti) hingga akhir musim bagaikan final bagi kami," demikian tukas Ronaldinho seperti dikutip dari Football-Italia.
"Kami masih punya kesempatan untuk memenuhi target kami. Kami harus meraih poin sebanyak mungkin dan selanjutnya baru memantau hasil-hasil dari tim lain," lanjut R80.
Sisa lawan Milan adalah Catania, Sampdoria, Palermo, Fiorentina, Genoa, dan Juventus. Di pertemuan sebelumnya, hanya Palermo yang bisa mengatasi pasukan Leonardo kalah.
Meski begitu Milan juga harus mewaspadai penampilan mereka akhir-akhir ini. Sejak awal Maret, tim Merah Hitam tiga kali bermain seri, dan sekali kalah, dan dua kali menang. Bahkan dalam tiga partai berturut-turut, "Setan Merah Italia" gagal menang yakni kala ditahan Napoli 1-1, dikalahkan Parma 0-1, dan diimbangi Lazio 1-1.
Dalam laga akhir pekan kemarin, Milan memang menang 3-2 dari Cagliari. Meski menang, namun allenatore Leonardo mengaku menderita menyaksikan pertandingan tersebut.
"Kami hanya boleh memikirkan tentang bagaimana menyelesaikan tugas kami dan dengan kemampuan kami meraih hasil sebaik-baiknya serta terus menatap ke depan," tutup Ronaldinho.
Ada pun akhir pekan ini (11/4/2010) Milan akan menghadapi Catania.
Rabu, 07 April 2010
Pato Mau di Milan Saja

Milan - Sebagai striker muda penuh talenta, jelas jika Alexandre Pato diincar banya klub besar Eropa. Namun, bagi para peminatnya bersiaplah gigit jari karena si pemain mengaku betah untuk tinggal di AC Milan.
Adalah Real Madrid dan Chelsea yang diisukan sangat berminat untuk mendapat tandatangan striker 21 tahun itu. Jelas dengan usia segitu, Pato bisa jadi proyek jangka panjang untuk dua klub itu.
Madrid dengan hobinya mengumpulkan banyak pemain bintang serta Chelsea yang dalam misi peremajaan skuad, tentunya tak berkeberatan untuk mengeluarkan banyak dana. Apalagi hubungan Madrid dan Chelsea dengan Milan terhitung baik.
Buktinya adalah adanya Kaka di Los Blancos dan Carlo Ancelotti yang kini menukangi The Blues. Jadi apakah itu pertanda Pato akan meninggalkan San Siro musim panas nanti untuk bergabung dengan salah satu klub itu?
Tidak, jika itu ditanyakan kepada agen si pemain, Gilmar Veloz. Menurut Veloz kliennya tersebut masih senang berkostum Rossonerri dan ingin berada di sana hingga kontraknya berakhir tahun 2014.
"Chelsea dan Real? Itu hanya rumor di bursa transfer saja," ungkap Veloz di calciomercato.it
"Tidak ada yang benar. Pato punya kontrak dengan Milan dan dia merasa betah berada di Milan," tegasnnya mengenai pemain yang kini sedang dalam masa pemulihan cedera paha.
Pemain bernama lengkap Alexandrea Rodrigues da Silva ini dibeli dari Internacional tahun 2007. Hingga tiga tahun keberadaannya di Italia, Pato sudah mengoleksi 41 gol dari 87 penampilannya di seluruh kompetisi.
Senin, 05 April 2010
Milan Menang, Leonardo Menderita

AC Milan meraih kemenangan 3-2 saat melawat ke Cagliari. Meski hasil tersebut masih menjaga kans jadi juara, Leonardo justru mengaku menderita di sepanjang laga di Stadio San Elia.
Kemenangan 3-2 yang diraih Milan beberapa jam lalu memang didapat dengan tidak mudah. Setiap kali Rossoneri mencetak gol, tuan rumah selalu bisa menyamakan kedudukan.
Adalah gol bunuh diri di menit 38 yang akhirnya memastikan Rossoneri meraih unggul 3-2 dalam pertandingan tersebut. Namun perjuangan Milan tak berhenti sampai di situ karena di babak kedua mereka dapat tekanan luar biasa dari Cagliari.
Hanya keberuntungan dan beberapa penyelamatan gemilang Dida yang membuat Diavolo Rosso berhasil mempertahankan keunggulan. Soalnya di 45 menit kedua laga, anak didik Massimiliano Allegri setidaknya punya empat peluang bersih untuk mencetak gol penyama dan bahkan membalikkan keadaan.
"Itu adalah pertandingan di mana saya merasa sangat menderita. Secara umum saya mencoba untuk santai di pinggir lapangan. Itu adalah perjuangan, meski kami menjalani babak pertama yang luar biasa," sahut Leonardo usai pertandingan
"Kami butuh keberanian untuk tetap bermain dengan tiga penyerang. Sistem ini sedikit dipaksakan, tapi kami memutuskan untuk memakainya dan itu cukup bagus di 45 menit pertama," lanjut pelatih asal Brasil itu di Football Italia.
Terkait persaingan meraih Scudetto, Leonardo masih sangat yakin kalau jalan Milan menuju gelar juara masih terbuka lebar. Menyusul kemenangan yang diraih AS Roma dan Inter Milan, Andrea Pirlo dkk kini masih tertinggal tiga angka dari puncak klasemen.
"Kami selalu menjaga sikap yang sama, kini dengan enam pertandingan tersisa jarak kami masih sangat dekat. Saya senang dengan penampilan kami hari ini, yang membuat kami bisa melalukan sesuatu yang luar biasa (menjadi juara)," pungkas Leonardo penuh keyakinan.
Minggu, 04 April 2010
SEJARAH AC MILAN
Lebih dari satu abad lalu, tepatnya 16 Desember 1899, sekumpulan ekspatriat asal Inggris menghangatkan diri dari kejamnya musim dingin di Milan sambil meminum anggur di Fiaschetteria Toscana, sebuah pondok di daerah Via Berchet. Peristiwa itu bisa berlanjut menjadi ajang pria mabuk. Namun, tidak demikian. Seiring berlanjunya malam, diskusi antara mereka makin menghangat. Lalu muncul satu keputusan untuk membentuk klub olah raga bernama “Milan Cricket and Football Club.”
Mereka saat itu tidak tahu kalau sudah berperan dalam sejarah. Dua hari kemudian La Gazella dello Sport menulis kejadian itu hanya dengan satu paragraf yang menceritakan visi klub itu, menyebarkan sepak bola dan kriket seluas-luasnya.
Alfred Edwards, seorang insinyur Inggris yang bekerja untuk Pirelli, terpilih sebagai presiden klub pertama. Namun, bintang Milan sesungguhnya adalah Herbert Kiplin. Dia sempat bermain sepak bola di Divisi III Inggris sebelum pindah ke Genoa dan Turin pada awal 1890-an. Kiplin kemudian pindah ke Milan pada 1987.
Kiplin dan 5 rekannya yang berkumpul di Fiaschetteria Toscana dan mengarsiteki terbentuknya Milan. “Kami memakai seragam merah dan hitam. Merah merujuk ke ‘setan’, hitam untuk membuat lawan merasa ketakutan,” ujar Kiplin.
Pada 11 Maret, setahun setelah terbentuk, Milan memainkan debut mereka melawan Mediolanum. Dalam tim termasuk para pendiri-pendiri, Kiplin, Hoode, Lees, Davis, Neville, dan Allison. Mereka bergabung dengan pemuda lokl, Cignaghi, Toretta, Valerco, Duloini, dan Formenteri. Milan kemudian meraih gelar scudetto pertamanya pada 1901.
Tapi di musim 1979/1980 Milan terdegradasi karena terlibat skandal penyuapan. Tapi semua peristiwa, baik manis maupun pahit, bisa dilewati dengan baik.
(Dikutip dari berbagai sumber)
Mereka saat itu tidak tahu kalau sudah berperan dalam sejarah. Dua hari kemudian La Gazella dello Sport menulis kejadian itu hanya dengan satu paragraf yang menceritakan visi klub itu, menyebarkan sepak bola dan kriket seluas-luasnya.
Alfred Edwards, seorang insinyur Inggris yang bekerja untuk Pirelli, terpilih sebagai presiden klub pertama. Namun, bintang Milan sesungguhnya adalah Herbert Kiplin. Dia sempat bermain sepak bola di Divisi III Inggris sebelum pindah ke Genoa dan Turin pada awal 1890-an. Kiplin kemudian pindah ke Milan pada 1987.
Kiplin dan 5 rekannya yang berkumpul di Fiaschetteria Toscana dan mengarsiteki terbentuknya Milan. “Kami memakai seragam merah dan hitam. Merah merujuk ke ‘setan’, hitam untuk membuat lawan merasa ketakutan,” ujar Kiplin.
Pada 11 Maret, setahun setelah terbentuk, Milan memainkan debut mereka melawan Mediolanum. Dalam tim termasuk para pendiri-pendiri, Kiplin, Hoode, Lees, Davis, Neville, dan Allison. Mereka bergabung dengan pemuda lokl, Cignaghi, Toretta, Valerco, Duloini, dan Formenteri. Milan kemudian meraih gelar scudetto pertamanya pada 1901.
Tapi di musim 1979/1980 Milan terdegradasi karena terlibat skandal penyuapan. Tapi semua peristiwa, baik manis maupun pahit, bisa dilewati dengan baik.
(Dikutip dari berbagai sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)