Senin, 03 Mei 2010

Milan Dekati Lagi Van Basten

Milan - Musim lalu AC Milan gagal meyakinkan Marco van Basten untuk melatih bekas klubnya itu. Kali ini mereka dikabarkan akan mendekati lagi mantan striker top Belanda itu untuk menggantikan Leonardo.

Bahwa Leonardo akan meninggalkan San Siro di akhir musim memang belum terkonfirmasi, namun sebuah "kemungkinan besar". Kegagalan Rossoneri berprestasi di tangan pria Brasil itu adalah salah satu faktornya.

Faktor lain adalah hubungan Leonardo dan pemilik klub Silvio Berlusconi diyakini tidak bagus. Baru-baru ini Leonardo mengungkapkan sesuatu yang oleh media massa dimaknai sebagai ketidakpuasan dia pada sang bos.

"Tahun ini, sebagai seorang pelatih saya menyadari sesuatu. Cuma sedikit orang yang mengerti sepakbola. Sungguh, sangat sedikit mereka yang bisa mengatakan mereka memahami olahraga ini. Tapi ini bukanlah sesuatu yang gampang dilakukan," ujarnya.

Leonardo merasa tidak punya independensi terlalu besar dalam mengurusi hal-hal teknis karena Berlusconi memang dikenal sering ikut campur. Itu sebabnya ia sudah tampak tidak antusias lagi melatih Milan, walaupun masih punya kontrak satu musim lagi. Sebaliknya, Berlusconi menganggap Leonardo terlalu keras kepala.

Nah, jika Leonardo benar hengkang, Van Basten disiapkan untuk mengisi tempatnya. Menurut harian Gazzettta dello Sport, walaupun Filippo Galli masih kandidat yang paling realistis, tapi Berlusconi masih berharap pada Van Basten.

Ia sempat mendekati pria 45 tahun itu sewaktu mencari pengganti Carlo Ancelotti, tapi Van Basten menolak. Leonardo pun terpilih. Kini waktunya untuk mencoba lagi, dan yang diincar pun sudah satu tahun "menganggur" tanpa klub.

Sabtu, 01 Mei 2010

AC Milan Junior Camp 2010 Dari Bali ke San Siro

AC Milan Junior Camp 2010 resmi dibuka oleh Franco Baresi, Sabtu (1/5) pagi WIB. Dan bakal ada 11 anak-anak muda yang akan diterbangkan ke Milan untuk merasakan bermain di atas rumput San Siro.

Baresi secara khusus mengunjungi seleksi awal yang dilakukan di lapangan D, Senayan, Jakarta dan tiba di sana pukul 08.15 WIB. Di sana ada sekitar 300 anak-anak usia 10-16 tahun mengikuti ujian selama dua hari hingga Minggu (2/5) besok.

Pada nantinya akan disaring untuk dimasukkan ke even Milan Junior Camp Bali 2010 yang dilaksanakan 12 Juni hingga 10 Juli di Grand Sanur Beach Hotel. Di sana anak-anak itu akan dilatih oleh tim pelatih khusus dari Milanello.

Dan akan ada 11 pemain yang akan diterbangkan ke Milan pada 25 September mendatang untuk berujicoba dengan tim akademi Milan di stadion San Siro.

Baresi mengaku bangga bisa jadi duta dalam menjaring pemain-pemain muda tersebut. Keberhasilan proyek penjaringan pemain muda yang terbilang sukses setiap tahunnya (Indonesia baru pertama di 2010 ini) menjadi kebanggan tersendiri bagi pemain berjuluk 'Si Kecil' itu.

"Milan Junior Camps merupakan perwujudan dari arti di balik warna seragam merah dan hitam yang dulu saya kenakan yaitu perasaan bangga, semangat, komitmen, keberanian dan talenta," ujar Baresi.

"Saya sangat bangga dengan keberhasilan dari proyek yang saat ini tengah berjalan dan saya merasa sangat bahagia dengan dilaksanakannya Milan Junior di Camp Bali, yang menjadi momen penting bagi dunia sepak bola di Asia Tenggara seperti Indonesia yang kian hari makin diminati dan populer," papar Baresi.

Tak hanya membuka seleksi Milan Junior Camp Bali, Baresi pun turut bercengkrama dengan Milanisti Indonesia yang datang dari berbagai daerah seperti Cilegon, Bandung, dan Yogyakarta. Para fans setia Rossonerri meneriakan yel-yel, berfoto bersama hingga meminta tanda tangan dari sang Legenda.

"Saya senang bisa jadian bagian dari kalian semua (Milanisti) hari ini. Saya tersanjung dengan penyambutan dari kalian semua. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi lain waktu," tegas Baresi.

Kurang lebih 1,5 jam Baresi berada di Senayan, ia pun lantas beranjak pergi ke British International School, Bintaro, Tangerang. Dan dijadwalkan mantan kapten timnas Italia di Piala Dunia 1994 itu akan meninggalkan tanah air sore ini.

Jumat, 30 April 2010

Posisi Tiga Harga Mati Milan

Milan - AC Milan akan menghadapi Fiorentina akhir pekan ini. Klaas-Jan Huntelaar meminta rekan-rekannya untuk tetap fokus guna memastikan Milan menyelesaikan musim ini di posisi tiga besar.

Milan telah kalah dalam dua pertandingan terakhir dan itu membuat kans merebut Scudetto habis. Mereka masih bisa turun posisinya apabila tak mampu memenangi persaingan dengan dua tim di bawahnya, Sampdoria dan Palermo.

"Saya pikir Fiorentina adalah tim yang bagus, namun kami harus melakukan segaranya untuk dapat memastikan posisi ketiga di klasemen liga seri A," ungkap Huntelaar seperti dilansir ESPN.

"Kami harus menguasai lapangan dan mendapatkan semua tiga poin. Saya pikir tidak akan berbeda jika kami (bermain) di Florence. Ini akan menjadi laga yang sulit, dan saya berharap Milan menang," ujarnya.

Huntelaar juga menolak berkomentar mengenai masa depannya, yang mana dikabarkan Manchester United sangat menginginkannya. Bahkan MU konon siap menukarnya dengan Dimitar Berbatov.

"Sekarang saya hanya memikirkanposisi ketiga untuk mendapatkan tiket langsung Liga Champions. Ini sangat penting bagi AC Milan, meski baru akan mulai dibangun musim depan," ujarnya.

Rabu, 28 April 2010

Van Basten Kritik Milan

Milan - Salah satu legenda AC Milan, Marco Van Basten melontarkan kritik kepada mantan klubnya. Eks bintang Belanda itu menilai tim Merah-Hitam tidak memperlakukan Klaas Jan Huntelaar dengan baik.

Huntelaar adalah striker andalan Belanda. Namun pemain berjuluk The Hunter itu belum kunjung menemukan performa terbaiknya bersama Milan.

Huntelaar mendapatkan sorotan pasca laga melawan Manchester United di Liga Champions tengah pekan ini. Ditampilkan sebagai starter, pemain berusia 26 tahun itu tampil tak memuaskan. Itu sebabnya pelatih Leonardo menariknya keluar di pertengahan babak kedua dan digantikan Filippo Inzaghi.

Keputusan inilah yang dikecam oleh Van Basten. "Saya tidak tahu mengapa dia digantikan. Filippo Inzaghi memang pemain hebat, namun jangan lupa dia akan segera berusia 37 tahun," tukas Van Basten seperti dikutip dari Football-Italia.

"Klaas sepuluh tahun lebih muda. Bahkan meski dia membuat sejumlah kesalahan, (andai saya pelatihnya) dia akan saya biarkan bermain," lanjut pemain Milan tahun 1987-1993 itu.

Menurut Van Basten, Huntelaar seharusnya diberikan kesempatan lebih, karena itu sangat penting untuk membuat pemain mampu menampilkan kemampuan terbaiknya.

"Ada sejumlah laga di mana para pemain harus diberi kepercayaan agar meningkatkan keyakinan dirinya dan agar merasa dia menjadi bagian dari tim."

"Ini akan terjadi ketika pemain itu dilibatkan dalam laga penting dan menghadapi lawan yang kuat," tambah eks pelatih timnas Belanda tersebut.

Van Basten juga berharap bantuan dari tim bagi eks striker Real Madrid itu. "Klaas merupakan seorang striker hebat, namun dia tidak bisa melakukan semuanya sendiri," tuntasnya.

Selasa, 27 April 2010

Para Atlet Bersimpati untuk Beckham

London - Cedera yang dialami David Beckham mengundang simpati dari banyak atlet di luar lapangan sepakbola. Setidaknya ada dua nama, yakni petenis Andy Murray dan pebasket Shaquille O'Neal, yang mendoakan agar Becks cepat sembuh.

Beckham mengalami cedera tendon Achilles di kaki kirinya kala membela AC Milan melawan Chievo pada akhir pekan lalu. Akibat cedera tersebut pemain berusia 34 tahun ini diperkirakan harus menepi selama lima hingga enam bulan.

Dengan waktu pemulihan yang selama itu, Beckham hampir pasti tak akan bisa memperkuat Inggris di Piala Dunia. Padahal memperkuat The Three Lions di Piala Dunia adalah salah satu tujuannya bergabung dengan Milan sebagai pemain pinjaman.

"Saya berharap David Beckham cepat sembuh dari cedera yang dideritanya. Hal ini sangat berat untuknya," tukas Murray dalam akun Twitter miliknya.

Tak hanya Murray yang mengucapkan semoga cepat sembuh untuk Beckham. Shaq O'Neal, yang menyebut Beckham adalah sahabatnya, juga mengharapkan hal yang sama.

"Saya berharap sahabat saya, David Beckham, lekas sembuh," demikian dia.

Selain dari kedua atlet ini, Beckham juga menerima berbagai dukungan dari para fans dan rekan setimnya di Milan. Ia sendiri telah mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan di situs pribadinya.

Senin, 26 April 2010

Kalah Lagi, Milan Habis

Palermo - Kembali kekalahan diderita AC Milan. Bertekuk lutut 1-3 saat melawat ke Palermo, Rossoneri hampir bisa dipastikan tersingkir dari perebutan Scudetto musim ini.

Milan tampil buruk di pekan ke-35 ini karena gawang mereka sudah bobol dua kali hanya dalam waktu 18 menit melalui Cesare Bovo (9) dan Abel Hernandez (18). Lewat Clarence Seedorf, Rossoneri sempat memperkecil ketinggalan melalui 2-1 di menit 55. Namun Fabricio Miccoli akhirnya memastikan kekalahan Milan dengan golnya di menit 69.

Hasil laga di Stadio Renzo Barbera, Minggu (25/4/2010) dinihari WIB tersebut memperpanjang catatan gagal menang Milan menjadi tiga pertandingan beruntun. Rossoneri sebelumnya kalah 1-2 atas Sampdoria dan bermain imbang 2-2 dengan Catania.

Sama sekali tak dapat poin, anak didik Leonardo masih tertahan di posisi tiga klasemen dengan 64 poin dikumpulkan. Dengan tinggal tiga pertandingan tersisa dan selisih poin dengan Inter yang berjumlah sembilan, hanya keajaiban yang bisa membuat Diavolo Rosso bisa menyusul seteru sekotanya itu.

Jalannya Pertandingan

Leonardo masih tak bisa menurunkan skuad terbaiknya karena cedera yang mendatangi Alexandre Pato, Alessandro Nesta, David Beckham, Ignazio Abate, Mathieu Flamini, Kakha Kaladze dan Giuseppe Favalli. Sementara Marco Borriello, Daniele Bonera dan Massimo Ambrosini tak bisa dimainkan karena terkena sanksi larangan bermain.

Kondisi tersebut benar-benar dimanfaatkan Palermo yang membuka keunggulan di menit sembilan, memanfaatkan kesalahan lini belakang Diavolo Rosso. Bermula dari tendangan sudut Miccoli yang memantul ke tiang jauh, Bovo yang berdiri tanpa kawalan dengan mudah mengarahkan bola ke dalam gawang dari jarak dekat.

Milan mencoba bereaksi melalui kerjasama Ronaldinho dan Marek Jankulovski, meski upaya tersebut sia-sia karena bola sepakan sang wing back luput dari sasaran.

Justru Palermo yang berhasil menggandakan keunggulan di menit 18. Mencuri bola dari Massimo Oddo, Miccoli langsung mengirimnya pada Abel Hernandez. Sebuah tendangan drive yang dilepaskan Hernandez membuat Dida tak berdaya di baah gawangnya dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Di menit 25 Milan punya kesempatan memperkecil ketinggalan. Mendapat bola liar hasil pantulan, Klaas-Jan Huntelaar melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Namun bola tetap gagal masuk gawang karena dihadang kiper Salvatore Sirigu.

Tekanan Milan berlanjut melalui crossing Jankulovski dan sepakan Andrea Pirlo yang memaksa Sirigu melakukan penyelamatan dengan menepis bola.

Setelah tandukan Huntellar masih melebar, Milan malah nyaris kebobolan untuk kali ketiga. Kesalahan Seedorf yang memberikan bola pada Miccoli membuat gawang Dida dalam ancaman. Milan beruntung kiper Brasil miliknya itu bereaksi cepat mengamankan gawangnya.

Tak lama babak kedua dimulai, Miccoli kembali membuat repot. Kali ini sepakannya berhasil dihalau Gianluca Zambrotta dan membuahkan tendangan sudut. Di menit 55 Milan menghidupkan asa saat Seedorf bisa mencetak gol yang memperkecil kedudukan menjadi 1-2.

Diawali kerjasama Pirlo dan Ronaldinho, Seedorf berhasil lolos dari perhatian lawan. Dari jarak dekat, gelandang asal Belanda itu melepaskan tembakan yang gagal dihalau Sirigu. 1-2 Milan memperkecil ketinggalan.

Demi meningkatkan daya serang, Filippo Inzaghi dimasukkan Leonardo untuk mengganti Gianluca Zambrotta. Awalnya perubahan ini memberi dampak positif keran Milan berhasil mendominasi laga.

Namun justru gawang Dida yang kembali dibobol oleh Miccoli. Mendapat terobosan dari Fabio Liverani, Miccoli dengan tenang memperdaya Dida dan mencetak gol ketiga Palermo. Mantan striker Juventus itu mencetak gol ketiga timnya dengan indah: dia melengkungkan bola menggunakan kaki kanan dan mengarahkannya ke sudut atas gawang.

Milan bisa kebobolan lebih banyak gol Andai Dida tak tampil bagus dalam laga tersebut. Sang kiper membuat penyelamatan gemilang kala menghalau upaya Pastore dan Edinson Cavani. Sementara Milan sempat memperkecil ketinggalan melalui Inzaghi, meski wasit kemudian membatalkannya karena sang striker dalam posisi offside.

Palermo: Sirigu; Cassani, Kjaer, Bovo, Balzaretti; Migliaccio (Bertolo 64), Liverani (Blasi 89), Nocerino; Pastore; Abel Hernandez (Cavani 57), Miccoli

Milan: Dida; Zambrotta (Inzaghi 61), Oddo, Thiago Silva, Antonini; Gattuso, Pirlo, Jankulovski (De Vito 79); Seedorf (Mancini 87); Huntelaar, Ronaldinho

Minggu, 25 April 2010

Leonardo Sesali 20 Menit Pertama

Akibat kalah 1-3 dari Palermo, AC Milan harus merelakan peluang untuk meraih scudetto musim ini. Leonardo yang kecewa melihat hasil ini menyalahkan penampilan pasukannya di 20 menit pertama.

Minggu (25/4/2010) dinihari WIB, Milan dipaksa kembali ke rumah dengan tangan hampa. Melawat ke Stadion Renzo Barbera, Andrea Pirlo dkk. ditekuk 1-3 oleh Palermo setelah menjalani start pertandingan yang buruk.

Tak kurang dari 20 menit, Palermo berhasil membobol gawang yang dikawal Dida itu sebanyak dua kali. Yang pertama melalui Cesar Bovo di menit sembilan dan Abel Hernandez sembilan menit berikutnya.

Hal inilah yang membuat Leonardo gusar, kendati si pelatih asal Brasil ini menyebut penampilan skuadnya berangsur membaik dan berhasil mencetak gol balasan lewat Clarence Seedorf. Namun Fabricio Miccoli menandaskan kemenangan Palermo setelah mencetak gol ketiga.

"Cara kami menangani pertandingan ini sangat salah. Saya pernah memiliki sebuah tim yang bermain jauh lebih baik di 20 menit awal," keluh Leo seperti dikutip Football-Italia.

"Kami kebobolan dua gol yang sangat mudah dan seharusnya itu bisa dihindari dalam situasi demikian. Palermo berhasil memanfaatkan kesalahan kami dan mempengaruhi seluruh pertandingan."

"Namun, di babak kedua tim kami berhasil memegang kendali permainan. Kami mencetak satu gol dan nyaris menyamakan kedudukan, tapi gol ketiga Palermo menjadi pertanda buruk (buat kami)," pungkas dia.

Akibat kekalahan tersebut, peluang Milan untuk merebut scudeto musim ini boleh dikatakan hampir mustahil. Rossonerri yang masih terpaku dengan nilai 64 terpaut tujuh dan sembilan angka dari AS Roma dan Inter Milan yang ada di urutan dua teratas.